Lembaran Baru dari Bukittinggi

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono terlihat begitu ceria. Sambil berjalan kaki dari ruang pertemuan ke ruang makan di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar) bersama Perdana Menteri Malaysia

Abdullah Ahmad Badawi, Kamis (12/1/2006), SBY sempat menyenandungkan beberapa lagu.

Maka, mengalirlah tembang kenangan seperti ‘Widuri’ dari mulut Sang Presiden. Di sampingnya, Pak Lah – demikian Badawi akrab disapa – tersenyum, seperti menikmati senandung sejawatnya.

“Rumah (kota) ini kaya sejarah, sekarang kita harus membuat sejarah yang baru. Lembaran baru antara Indonesia dengan Malaysia,” kata Pak Lah kepada SBY, seperti diceritakan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi kepada Media Indonesia

Membuka lembaran baru tersebut, agaknya merupakan keinginan kedua negara untuk memperbaiki hubungan setelah sempat tegang karena persoalan Blok Ambalat dan kembali akrab seperti dulu.

Selain menyepakati berbagai hal di bidang ekonomi, investasi, pendidikan dan kesejahteraan sosial, pertemuan SBY – Badawi memang berlangsung akrab. “Pertemuan bilateral kedua negara, bahkan diawali dengan cerita sejarah Kota Bukittinggi,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng kepada Media Indonesia.

Kota kelahiran Bung Hatta tersebut, memang penuh sejarah. Selain melahirkan tokoh-tokoh pendiri bangsa dan sejumlah ulama besar, Bukittinggi sempat menjadi ibu kota RI. Pada 1948, ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, Mr. Sjafroedin Prawiranegara diminta Bung Karno memimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari Bukittinggi.

Itu disadari SBY. “Semoga kota yang penuh sejarah, penduduknya yang ramah, akan membawa berkah untuk meningkatkan hubungan Indonesia-Malaysia,” katanya di depan jamaah Masjid Jami’, Birugo, Bukittinggi, Jumat (13/1).

Andi Mallarangeng mengatakan, inilah kunjungan SBY terlama ke daerah, sejak menjabat presiden. Biasanya, kunjungan presiden ke daerah paling lama dua hari. Sementara, dalam kunjungan ke Bukittinggi, presiden yang disertai 16 menteri dan sejumlah pengusaha tinggal hingga empat hari (11-14 Januari).

“Selain mengadakan pertemuan bilateral, presiden memang berniat membantu pembangunan ekonomi Sumbar. Dengan mengadakan pertemuan internasional di sini, presiden ingin turut mempromosikan Sumbar. Tempat wisata dan investasi bukan hanya di Jawa dan Bali,” tutur Andi.

Sehingga, setelah mengadakan pertemuan puncak pada Kamis (12/1), acara kedua delegasi lebih santai dan banyak bersifat wisata. Jumat pagi, kedua kepala pemerintahan bersama para menteri dan Gubernur Sumbar mengadakan golf bersama di Anai Resort, Kabupaten Padang Pariaman, sekitar 40 km di selatan Kota Bukittinggi.

Selepas shalat Jumat bersama warga, presiden juga mengunjungi Pasar Atas, Bukittinggi, setelah

sebelumnya makan nasi kapau (nasi rames khas Minang).

Di pasar, SBY berdialog dengan para pedagang dan warga yang menyambutnya dengan antusias. Tentunya, tak lupa membeli oleh-oleh seperti baju koko dan souvenir.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman kepada Media Indonesia menyebut lembaran baru kunjungan tersebut sebagai usaha untuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah-daerah. “Harapan kita, setelah di Bukittinggi ini, acara berskala nasional dan internasional lainnya tak mesti harus selalu di Jakarta. Intinya, bagaimana mendorong pembangunan daerah di era desentralisasi,” katanya.

Pemerintah provinsi Sumbar menyatakan kesiapan untuk tantangan itu. “Kita akan konsentrasikan untuk membenahi pelayanan pariwisata, perizinan investasi termasuk di dalamnya mendidik masyarakat,” kata Wakil Gubernur Marlis Rahman. (Hendra Makmur)

~ oleh hendramakmur pada 19 April 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: