‘Penelitian Itu Resahkan Warga Padang’

RAUNGAN sirene mobil pemadam kebakaran pertanda datangnya bahaya dan suara radio petugas tentang gempa besar yang baru saja terjadi bisa mengakibatkan tsunami, membuat kaget masyarakat di daerah Gunung Pangilun Padang, Sabtu (11/6/2005) lalu.

Apalagi setelah itu ratusan siswa sekolah yang berkumpul di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padang berhamburan menuju daerah perbukitan yang tidak jauh dari tempat itu. Melihat hal itu, puluhan penduduk sekitar ikut berlarian menuju tepat yang tinggi di kawasan intake Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang.

Massa yang bergabung dengan siswa berpakaian sekolah tidak lagi menghiraukan panasnya terik, mereka terus berlari sampai menuju daerah yang dianggap aman dari ancaman gempa dan tsunami.

Itulah bagian dari latihan evakuasi menghadapi ancaman gempa dan tsunami yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Padang.

“Tidak ada salahnya kita berlatih untuk mempersiapkan diri,” ujar Wakil Walikota Padang Yusman Kasim kepada warga dan anak-anak sekolah yang ada di sana. Yusman menambahkan Kota Padang merupakan daerah yang rawan akan bahaya gempa dan tsunami, karenanya masyarakat perlu dipersiapkan secara mental untuk menghindari banyaknya jatuh korban, jika gempa dan tsunami itu benar-benar ada.

“Karena Kota Padang merupakan daerah yang dekat dengan pantai pelatihan mitigasi seperti ini amat diperlukan bagi masyarakat. Paling tidak masyarakat tahu apa yang mesti dikerjakan jika gempa berpotensi tsunami itu datang,” katanya.

Ia menambahkan untuk menghadapi ancaman tsunami Pemkot Padang melakukan berbagai persiapan, diantaranya melakukan pelatihan evakuasi tersebut. Kemudian juga sedang memasang sebanyak 60 sirene yang akan digunakan jika ada bahaya.

Menurut Yusman latihan evakuasi ini nantinya akan dilakukan sekali tiga bulan di kota Padang. “Nanti juga akan dilakukan latihan evakuasi sekota Padang yang akan diikuti seluruh masyarakat Kota Padang,” tegasnya.

Menanggapi penelitian John McClosky, profesor lingkungan dari Universitas Ulster Inggris, yang kembali menegaskan akan terjadinya dua gempa besar dan bisa menciptakan gelombang laut setinggi 10 meter di sepanjang pantai Sumatra, menurut Yusman, hal itu meresahkan warga Padang.

“Kami mohon kepada pers untuk tidak memberitakan yang tidak pasti. Hasil penelitian tersebut kan juga tidak bisa memprediksi kapan persisnya terjadi. Bisa seratus tahun, setahun atau mungkin besok. Yang bisa memastikan hanya Allah SWT,” katanya.

Menurutnya, pemkot sudah sejak lama tahu, di perairan barat Sumatra berpotensi gempa. “Makanya, kita sudah mengadakan berbagai langkah antisipasi, termasuk pelatihan tersebut. Namun, jika itu terus dipublikasikan berulang-ulang, malah menimbulkan keresahan. Masyarakat kita sangat sensitif. Imbas keresahan ini bisa berakibat banyak hal negatif. Kita yang merasakan, orang di luar Padang tak pernah tahu,” ungkapnya.

Sebelumnya, selama berminggu-minggu warga Padang juga diresahkan oleh isu tsunami yang disebut-sebut salah seorang paranormal. (Joni Syahputra/Hendra Makmur)

~ oleh hendramakmur pada 19 April 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: